Rabu, 09 November 2011

Sukseskan Pelaksanaan SEA GAMES XXVI


Sea Games 2011. Pesta Olahraga Asia Tenggara Ke-26 sebentar lagi akan bergulir di tahun 2011. Dan Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah berlangsungnya pesta olahraga akbar se-Asia Tenggara itu. Pelaksanaan SEA Games XXVI diperkirakan tetap berlangsung, meski beberapa sarana penting seperti gedung/tempat pertandingan belum siap. Keterlambatan penyelesaian beberapa venue, terutama di Palembang, Sumatera Selatan, yang akan menggelar separuh dari 43 cabang yang dipertandingkan-selain sebagai tempat upacara pembukaan dan penutupan-tidak perlu dikhawatirkan.

Kita harapkan perhatian serupa terlihat dalam mendukung semua hal demi suksesnya pesta olahraga tersebut. Semahal apa pun harga yang harus dibayar, SEA Games XXVI harus sukses, karena itu menyangkut kebanggaan dan kepercayaan. SEA Games XXVI di Palembang dan Jakarta tak boleh menjadi catatan buruk bagi Indonesia di mata dunia, meski pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Palembang diwarnai oleh isu kasus korupsi. Sekarang ini haruslah dikerahkan seluruh kemampuan, tegakkan hukum jika ada penyimpangan. Dalam sejarah pelaksanaan SEA Games, keterlambatan penyelesaian gedung pertandingan suatu hal biasa. Betul, bagi Indonesia ini merupakan pengalaman baru, karena sepanjang sejarah beberapa kali menjadi tuan rumah pesta olahraga Asia Tenggara tersebut, tempat penyelenggaraannya selalu di Jakarta yang memang telah memiliki seluruh sarana dan prasarana olahraga. Tapi di beberapa negara yang pernah jadi tuan rumah, hal tersebut sudah biasa.

SEA Games tidak saja merupakan ajang unjuk kebolehan bagi atlet, pelatih, dan seluruh pembina, tetapi juga merupakan kesempatan bagi suatu negara untuk memperlihatkan kemajuan yang telah dicapai. Karena itu, siapa pun tak perlu khawatir berlebihan dengan keterlambatan penyelesaian sarana, tetapi yakinlah semua akan berjalan sesuai rencana. Apalagi bagi para pengambil kebijakan, lakukanlah terobosan, karena suksesnya penyelenggaraan SEA Games XXVI adalah suatu kebanggaan. Apalagi kontingen Indonesia mampu unjuk kebolehan, kembali menjadi juara umum setelah itu telah lama pergi dari genggaman.

Kita harapkan perhatian serupa terlihat dalam mendukung semua hal demi suksesnya pesta olahraga tersebut. Semahal apa pun harga yang harus dibayar, SEA Games XXVI harus sukses, karena itu menyangkut kebanggaan dan kepercayaan. SEA Games XXVI di Palembang dan Jakarta tak boleh menjadi catatan buruk bagi Indonesia di mata dunia.

Sebagai orang Islam dan juga warga negara yang baik, maka ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam menyikapi perhelatan Sea Games XXVI yang akan digelar dinegara kita ini. Karena bagaimanapun kita adalah tuan rumah yang akan kedatangan delegasi-delegasi olahraga, tamu-tamu dari negara-negara lain yang akan menghadiri event olahraga terbesar se-Asia Tenggara ini. Oleh karena itu perlu diingat bahwa dalam ajaran Islam, memuliakan tamu itu menjadi ajaran yang penting, sampai Rasulullah SAW. sendiri mengatakan dalam sebuah hadits :

"Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Dalam hal memuliakan tamu, tidaklah harus memandang tamu itu beragama apa, berkeyakinan bagaimana. Yang terpenting adalah bahwa tamu itu tidak punya niat atau rencana berbuat jahat kepada kita ataupun lingkungan di sekitar kita.

Sungguh salah satu perintah Allah adalah memuliakan tamu, tanpa memandang agama mereka. Imam muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah menjamu seorang tamu yang kafir, beliau meminta diperahkan susu kambing untuk digunakan menjamu tamu tersebut. Bahkan Imam Bukhary dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah memuji Abu Thalhah yang memberi makan tamunya namun Abu Thalhah dan istrinya tidak makan malam itu karena makanannya hanya cukup untuk tamu, Rasulullah menyatakan : "Allah SWT benar-benar kagum malam itu terhadap perbuatan kalian berdua." Sungguh sangat jauh dari sifat taqwa jika kita menghinakan orang yang seharusnya.

Berikut ini adalah adab-adab yang berkaitan dengan memuliakan tamu untuk diperhatikan agar kita bisa menjadi tuan rumah yang baik.

1. Disunahkan mengucapkan selamat datang kepada para tamu sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya tatkala utusan Abi Qais datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda :

“Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.” (HR. Bukhari)

2. Menghormati tamu dan menyediakan hidangan untuk tamu makanan semampunya saja. Akan tetapi, tetap berusaha sebaik mungkin untuk menyediakan makanan yang terbaik. Allah ta’ala telah berfirman yang mengisahkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama tamu-tamunya :

“Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim) sambil berkata: ‘Tidakkah kalian makan?’” (Qs. Adz-Dzariyat: 26-27)

3. Dalam penyajiannya tidak bermaksud untuk bermegah-megah dan berbangga-bangga, tetapi bermaksud untuk mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Nabi sebelum beliau, seperti Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Beliau diberi gelar “Abu Dhifan” (Bapak para tamu) karena betapa mulianya beliau dalam menjamu tamu.

4. Hendaknya juga, dalam pelayanannya diniatkan untuk memberikan kegembiraan kepada sesama muslim.

5. Mendahulukan tamu yang sebelah kanan daripada yang sebelah kiri. Hal ini dilakukan apabila para tamu duduk dengan tertib.

6. Mendahulukan tamu yang lebih tua daripada tamu yang lebih muda, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.” (HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad).

7. Jangan mengangkat makanan yang dihidangkan sebelum tamu selesai menikmatinya.

8. Di antara adab orang yang memberikan hidangan ialah mengajak mereka berbincang-bincang dengan pembicaraan yang menyenangkan, tidak tidur sebelum mereka tidur, tidak mengeluhkan kehadiran mereka, bermuka manis ketika mereka datang, dan merasa kehilangan tatkala pamitan pulang.

9. Merupakan adab dari orang yang memberikan hidangan ialah melayani para tamunya dan menampakkan kepada mereka kebahagiaan serta menghadapi mereka dengan wajah yang ceria dan berseri-seri.

10. Hendaknya mengantarkan kepulangan tamu dengan wajah yang berseri-seri (menyenangkan).

Demikianlah, semoga dalam perhelatan Sea Games XXVI ini kita sebagai bangsa Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik dan menjadikan event olahraga ini sukses untuk menjadi kebanggaan negara Indonesia tercinta di mata dunia internasional.

Alamat dan Kontak

Ribath Al-Wardiyyah Bahrul Ulum
Tambakberas Tambakrejo Jombang
Jawa Timur

Alamat :
Jln. KH. A. Wahab Chasbulloh (sebelah utara kantor Yayasan PPBU)
Tambakberas Tambakrejo Jombang
Jawa Timur

Telepon :
0321-872066
081332512
08193980144

Galeri Foto


Gedung Ribath Al-Wardiyyah Bahrul Ulum
Tambakberas Tambakrejo Jombang



Pengasuh bersama Menteri Perhubungan
Drs. H. Hatta Rajasa



Pengasuh bersama Menteri Sosial
Drs. H. Bachtiar Chamsah



Pengasuh bersama Menteri Riset dan Teknologi



Pengasuh saat memberikan caramah
kepada para santriwati Ponpest Al-Wardiyyah
Bahrul Ulum Tambakberas Tambakrejo
Jombang



Pengasuh bersama para ulama dan umara pada saat
sosialisasi tentang kenakalan remaja dan HIV/AIDS



Suasana pembangunan gedung Ribath Al-Wardiyyah BU
yang melibatkan para santri dan masyarakat sekitar



Para santri dan masyarakat bahu membahu
ikut serta berpartisipasi dalam pembangunan
Ribath Al-Wardiyyah Bahrul Ulum Tambakberas
Tambakrejo Jombang


Pengajian dan Kegiatan Rutin


Pengajian kitab-kitab meliputi :

- Al-Mabadi’ Al-Fiqhiyyah

- Aqidatul Awwam

- Ta’limul Muta’allim

- Al-Amtsilati At-Tashrifiyyah

- Nahwu Wadlih

- Risalatul Qurro’

- Fathul Qorib

- Al-Arba’in An-Nawawiyyah

- Tafsir Al-Jalalain

- Amtsilati (Metode Cepat Nahwu Shorof)


Kegiatan Rutin Mingguan :

1. Malam Jum'at dan Malam Selasa

Jam'iyyatul Qurro' Wal Huffadz (JHQ)

Latihan Pidato

Istighosah

Tahlil & Yasin

Dzibaiyyah / Barzanji / Manaqib

Diskusi IPM (Ikatan Penulis Muda)

2. Jum'at Pagi dan Selasa Pagi

Sorogan

Khotmil Qur'an

Olah Raga

Pelatihan Praktek Ibadah

Qosidah Rebbana/Bersholawat

Pendidikan Formal dan Ekstrakurikuler



Pendidikan formal yang ada meliputi :

- Taman Kanak-kanak (TK)

- Madrasah Ibtidaiyyah (MI)

- Madrasah Ibtidaiyyah Program Khusus (MIPK) BU

- Madrasah Tsanawiyah BU (MTsBU)

- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN)

- Madrasah 'Aliyah Bahrul 'Ulum

- Madrasah 'Aliyah KH. A. Wahab Chasbulloh (MAK)

- Madarasah Aliyah Negeri (MAN)

- Madrasah Mu'allimat Atas (MMA)

- Madrasah 'Aliyah I'dadiyah / SPPT

- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)

- SMP-BU

- SMA-BU

- SMKTI (Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi & Informasi)



Pendidikan ekstrakurikuler yang ada meliputi :

- Latihan Bahtsul Kitab & Bahtsul Masail

- Training Of Jurnalistic

- Latihan Keorganisasian & Leadership

- Pendidikan Kesenian & Keterampilan

- Pengajian Kilatan setiap Romadlon

- Kursus Komputer

- Kursus Bahasa Inggris

- Kursus Bahasa Arab

- Lailatul Qiro'ah

- Lailatuddibaiyyah Wattahliliyah

- Qashidah Rebbana / Al-Banjari

- Pelatihan MC / Protokol

- Les Mapel UNAS

Kepengurusan


Susunan Pengurus Ribath Al-Wardiyyah Bahrul Ulum
Tambakberas Tambakrejo Jombang


Pengasuh : Drs. KH. Abd. Choliq Ms, SH., S.Pd., M.Si.


Ketua :

Maimuinatus Syafiqoh

Wakil Ketua :

Mualifatuz Zahro

Sekretaris :

Alfin Laila Najhah

Wakil Sekretaris :

Iriana Heni Pertiwi

Bendahara :

Hj. Zumrotus Sholichah, S.Pd.

Wakil Bendahara :

Nikmah Wafiroh


Seksi Pendidikan :

1. Elmurtatafiatul Mahmudah

2. Eva Muzdalifah

3. Muallifatur Rosyidah


Seksi Jama’ah :

1. Ija Khilmi Ghoniyyah

2. Alfin Laila Najihah

3. Afrilia Hesdiana


Seksi Kesehatan :

1. Rahma Sari Anggraeni

2. Fariza Faridhatul Jannah

3. Yeni Afrianti


Seksi Kebersihan :

1. Yeni Afriyanti

2. Anis Noer Kholifah

3. Dwi Anggraeni

Muqaddimah

Ribath Al-Wardiyyah Bahrul Ulum adalah salah satu pesantren yang bernaung di bawah Yayasan Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum Tambakberas Jombang. Al-Wardiyyah didirikan oleh Drs. KH. Abd. Choliq, SH., S.Pd., M.Si. pada tahun 1999 untuk memperkokoh dan memperbesar syi'ar Islam yang telah lama diperjuangkan oleh para pendiri Bahrul 'Ulum 165 tahun yang lalu. Aktifitas dan program-program yang ada di dalam Ribath Al-Wardiyyah berorientasi pada pendalaman ajaran-ajaran Islam yang merujuk pada pendalaman kitab-kitab salaf dan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Namun seiring dengan perubahan era, di mana seluruh generasi muda Islam harus selalu siap untuk mampu menjadi agen of change dengan tetap menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman. Maka Ribath Al-Wardiyyah senantiasa mengupayakan bagaimana santri mampu mengkontekstuali-sasikan ajaran-ajaran yang bersumber dari kitab-kitab salaf agar selalu sesuai dengan situasi dan kondisi kekinian. Sehingga diharapkan pada akhir pendidikannya di pesantren para santri telah menjadi individu yang siap diterjunkan dalam masyarakatnya masing-masing, menjadi insan kamil yang bermoral Qur'ani dan selalu respek serta mampu menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang ada di tengah-tengah masyarakat dengan senantiasa menjadikan Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai rujukan.

Untuk menunjang pendidikan keagamaan di sekolah, maka di dalam Ribath Al-Wardiyyah Bahrul 'Ulum diadakan pendidikan non formal yang dinamakan “Madrasah Al-Wardiyyah” ditempuh selama 3 tahun. Kemudian ada juga program Diniyyah Unggulan yang dikhususkan untuk para santri dari Madrasah Diniyyah yang berpotensi bagus di dalam pemahaman ilmu alat. Program Diniyyah Unggulan ini dimaksudkan sebagai upaya pendalaman pemahaman materi dari Madrasah Diniyyah. Setelah tamat Madrasah Diniyyah, para santri diharuskan mengikuti pengajian yang bersifat 'am atau kelompok dewasa