
Sea Games 2011. Pesta Olahraga Asia Tenggara Ke-26 sebentar lagi akan bergulir di tahun 2011. Dan Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah berlangsungnya pesta olahraga akbar se-Asia Tenggara itu.
Kita harapkan perhatian serupa terlihat dalam mendukung semua hal demi suksesnya pesta olahraga tersebut. Semahal apa pun harga yang harus dibayar, SEA Games XXVI harus sukses, karena itu menyangkut kebanggaan dan kepercayaan. SEA Games XXVI di Palembang dan Jakarta tak boleh menjadi catatan buruk bagi Indonesia di mata dunia, meski pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Palembang diwarnai oleh isu kasus korupsi. Sekarang ini haruslah dikerahkan seluruh kemampuan, tegakkan hukum jika ada penyimpangan. Dalam sejarah pelaksanaan SEA Games, keterlambatan penyelesaian gedung pertandingan suatu hal biasa. Betul, bagi Indonesia ini merupakan pengalaman baru, karena sepanjang sejarah beberapa kali menjadi tuan rumah pesta olahraga Asia Tenggara tersebut, tempat penyelenggaraannya selalu di Jakarta yang memang telah memiliki seluruh sarana dan prasarana olahraga. Tapi di beberapa negara yang pernah jadi tuan rumah, hal tersebut sudah biasa.
SEA Games tidak saja merupakan ajang unjuk kebolehan bagi atlet, pelatih, dan seluruh pembina, tetapi juga merupakan kesempatan bagi suatu negara untuk memperlihatkan kemajuan yang telah dicapai. Karena itu, siapa pun tak perlu khawatir berlebihan dengan keterlambatan penyelesaian sarana, tetapi yakinlah semua akan berjalan sesuai rencana. Apalagi bagi para pengambil kebijakan, lakukanlah terobosan, karena suksesnya
Kita harapkan perhatian serupa terlihat dalam mendukung semua hal demi suksesnya pesta olahraga tersebut. Semahal apa pun harga yang harus dibayar, SEA Games XXVI harus sukses, karena itu menyangkut kebanggaan dan kepercayaan. SEA Games XXVI di Palembang dan
Sebagai orang Islam dan juga warga negara yang baik, maka ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam menyikapi perhelatan Sea Games XXVI yang akan digelar dinegara kita ini. Karena bagaimanapun kita adalah tuan rumah yang akan kedatangan delegasi-delegasi olahraga, tamu-tamu dari negara-negara lain yang akan menghadiri event olahraga terbesar se-Asia Tenggara ini. Oleh karena itu perlu diingat bahwa dalam ajaran Islam, memuliakan tamu itu menjadi ajaran yang penting, sampai Rasulullah SAW. sendiri mengatakan dalam sebuah hadits :
"Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)
Dalam hal memuliakan tamu, tidaklah harus memandang tamu itu beragama apa, berkeyakinan bagaimana. Yang terpenting adalah bahwa tamu itu tidak punya niat atau rencana berbuat jahat kepada kita ataupun lingkungan di sekitar kita.
Sungguh salah satu perintah Allah adalah memuliakan tamu, tanpa memandang agama mereka. Imam muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah menjamu seorang tamu yang kafir, beliau meminta diperahkan susu kambing untuk digunakan menjamu tamu tersebut. Bahkan Imam Bukhary dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah memuji Abu Thalhah yang memberi makan tamunya namun Abu Thalhah dan istrinya tidak makan malam itu karena makanannya hanya cukup untuk tamu, Rasulullah menyatakan : "Allah SWT benar-benar kagum malam itu terhadap perbuatan kalian berdua." Sungguh sangat jauh dari sifat taqwa jika kita menghinakan orang yang seharusnya.
Berikut ini adalah adab-adab yang berkaitan dengan memuliakan tamu untuk diperhatikan agar kita bisa menjadi tuan rumah yang baik.
1. Disunahkan mengucapkan selamat datang kepada para tamu sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya tatkala utusan Abi Qais datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda :
“Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.” (HR. Bukhari)
2. Menghormati tamu dan menyediakan hidangan untuk tamu makanan semampunya saja. Akan tetapi, tetap berusaha sebaik mungkin untuk menyediakan makanan yang terbaik. Allah ta’ala telah berfirman yang mengisahkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam bersama tamu-tamunya :
“Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim) sambil berkata: ‘Tidakkah kalian makan?’” (Qs. Adz-Dzariyat: 26-27)
3. Dalam penyajiannya tidak bermaksud untuk bermegah-megah dan berbangga-bangga, tetapi bermaksud untuk mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Nabi sebelum beliau, seperti Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Beliau diberi gelar “Abu Dhifan” (Bapak para tamu) karena betapa mulianya beliau dalam menjamu tamu.
4. Hendaknya juga, dalam pelayanannya diniatkan untuk memberikan kegembiraan kepada sesama muslim.
5. Mendahulukan tamu yang sebelah kanan daripada yang sebelah kiri. Hal ini dilakukan apabila para tamu duduk dengan tertib.
6. Mendahulukan tamu yang lebih tua daripada tamu yang lebih muda, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.” (HR Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad).
7. Jangan mengangkat makanan yang dihidangkan sebelum tamu selesai menikmatinya.
8. Di antara adab orang yang memberikan hidangan ialah mengajak mereka berbincang-bincang dengan pembicaraan yang menyenangkan, tidak tidur sebelum mereka tidur, tidak mengeluhkan kehadiran mereka, bermuka manis ketika mereka datang, dan merasa kehilangan tatkala pamitan pulang.
9. Merupakan adab dari orang yang memberikan hidangan ialah melayani para tamunya dan menampakkan kepada mereka kebahagiaan serta menghadapi mereka dengan wajah yang ceria dan berseri-seri.
10. Hendaknya mengantarkan kepulangan tamu dengan wajah yang berseri-seri (menyenangkan).
Demikianlah, semoga dalam perhelatan Sea Games XXVI ini kita sebagai bangsa












